RSS
Facebook
Twitter

Minggu, 29 Desember 2013

PERIBAHASA PART 31

(1) Inilah perkataan-perkataan yang diucapkan oleh ibunda Lemuel, raja Masa kepada anaknya,
(2) "Anakku, buah hatiku, yang kulahirkan sebagai jawaban atas doaku. Apakah yang akan kukatakan kepadamu?
(3) Janganlah memboroskan tenagamu atau menghamburkan kekuatanmu kepada wanita. Sudah banyak raja yang hancur karena wanita.
(4) Ingatlah, Lemuel! Minum anggur dan ketagihan minuman keras, tidak pantas bagi penguasa.
(5) Sebab, apabila raja minum minuman keras, ia lupa akan hukum dan tidak menghiraukan hak orang lemah.
(6) Minuman keras adalah untuk mereka yang merana dan bersedih hati.
(7) Mereka minum untuk melupakan kemiskinan dan kesusahan mereka.
(8) Belalah mereka yang tak dapat membela dirinya sendiri. Lindungilah hak semua orang yang tak berdaya.
(9) Berjuanglah untuk mereka, dan jadilah hakim yang adil. Lindungilah hak orang miskin dan orang tertindas."
(10) Istri yang cakap sukar ditemukan; ia lebih berharga daripada intan berlian.
(11) Suaminya tak akan kekurangan apa-apa, karena menaruh kepercayaan kepadanya.
(12) Ia tak pernah berbuat jahat kepada suaminya; sepanjang umurnya ia berbuat baik kepadanya.
(13) Ia rajin mengumpulkan rami dan bulu domba lalu sibuk bekerja menenunnya.
(14) Dari jauh ia mendatangkan makanan, seperti yang dilakukan oleh kapal-kapal pedagang.
(15) Pagi-pagi buta ia bangun untuk menyiapkan makanan bagi keluarganya, dan untuk membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya.
(16) Ia mencari sebidang tanah, lalu membelinya; ia mengusahakan sebuah kebun anggur dari pendapatannya.
(17) Ia menyiapkan dirinya untuk bekerja sekuat tenaga.
(18) Ia tahu bahwa segala sesuatu yang dibuatnya, menguntungkan; ia bekerja sampai jauh malam.
(19) Benang dipintalnya dan kain ditenunnya.
(20) Ia tidak kikir kepada yang berkekurangan; ia baik hati kepada yang memerlukan pertolongan.
(21) Ia tidak khawatir apabila musim dingin tiba, karena baju panas tersedia bagi keluarganya.
(22) Ia sendiri yang membuat permadaninya; pakaiannya dari kain lenan ungu yang mewah.
(23) Suaminya adalah orang ternama--salah seorang dari antara para pemimpin kota.
(24) Ia membuat pakaian dan ikat pinggang lalu menjualnya kepada pedagang.
(25) Ia berwibawa dan dihormati; dan tidak khawatir tentang hari nanti.
(26) Dengan lemah lembut ia berbicara; kata-katanya bijaksana.
(27) Ia selalu rajin bekerja dan memperhatikan urusan rumah tangganya.
(28) Ia dihargai oleh anak-anaknya, dan dipuji oleh suaminya.
(29) "Ada banyak wanita yang baik," kata suaminya, "tetapi engkau yang paling baik dari mereka semua."
(30) Paras yang manis tak dapat dipercaya, dan kecantikan akan hilang; tetapi wanita yang taat kepada TUHAN layak mendapat pujian.
(31) Balaslah segala kebaikannya; ia wanita yang patut dihormati di mana-mana!

PERIBAHASA PART 30

(1) Inilah perkataan-perkataan yang diucapkan oleh Agur anak Yake dari Masa: "Aku lelah, ya Allah, aku lelah! Habislah tenagaku!
(2) Aku bodoh seperti hewan; tak punya pengertian.
(3) Tidak pernah kupelajari hikmah, sedikit pun tidak kuketahui tentang Allah.
(4) Manusia manakah pernah naik turun surga? Pernahkah ia menggenggam angin dalam tangannya, dan membungkus air dalam bajunya, atau menetapkan batas-batas dunia? Siapakah dia, dan siapa anaknya? Pasti engkau mengetahuinya!
(5) Allah menepati setiap janji-Nya. Ia bagaikan perisai bagi semua yang datang berlindung pada-Nya.
(6) Kalau engkau menambah apa yang dikatakan-Nya, maka Ia akan menegurmu dan membuktikan bahwa engkau pendusta."
(7) "Ya Allah, aku mohon sebelum aku mati, berikanlah kepadaku dua hal ini.
(8) Jangan sampai aku mengucapkan kata-kata curang dan dusta, dan jangan biarkan aku miskin atau kaya. Berikanlah kepadaku hanya apa yang kuperlukan.
(9) Sebab, apabila aku kaya, mungkin aku akan berkata bahwa aku tidak memerlukan Engkau. Dan jika aku miskin, mungkin aku akan mencuri sehingga mencemarkan nama-Mu."
(10) Jangan memfitnah seorang hamba pada tuannya, nanti engkau disumpahi dan dianggap bersalah.
(11) Ada orang yang menyumpahi ayahnya dan tidak menghargai ibunya.
(12) Ada orang yang menganggap dirinya suci padahal ia kotor sekali.
(13) Ada orang merasa dirinya baik sekali--bukan main baiknya!
(14) Ada orang yang mencari nafkah dengan cara yang kejam; mereka bengis dan memeras orang miskin dan orang lemah.
(15) Lintah darat mempunyai dua anak; kedua-duanya bernama "Untuk aku"! Ada empat hal yang tidak pernah puas:
(16) dunia orang mati, wanita yang tak pernah melahirkan, tanah kering yang haus akan hujan, dan api yang menjilat ke mana-mana.
(17) Orang yang mencemoohkan ayahnya atau ibunya yang sudah tua, pantas dicampakkan ke luar supaya matanya dipatuk burung gagak dan mayatnya dimakan oleh burung rajawali.
(18) Ada empat hal yang terlalu sukar bagiku untuk dimengerti:
(19) burung rajawali yang terbang di udara, ular yang menjalar di atas batu karang, kapal yang berlayar di tengah lautan, dan sepasang muda mudi yang sedang jatuh cinta.
(20) Inilah siasat seorang wanita yang tidak setia kepada suaminya: Sesudah berzinah, ia makan lalu menyeka mulutnya, kemudian berkata, "Aku tidak berbuat apa-apa!"
(21) Ada empat hal yang sukar diterima di seluruh dunia:
(22) seorang hamba yang menjadi raja, seorang bodoh yang mendapat segala yang diinginkannya,
(23) seorang wanita yang berhasil menikah padahal ia tidak disukai orang, seorang hamba perempuan yang merampas kedudukan nyonyanya.
(24) Di bumi ini ada empat macam binatang yang kecil tetapi pandai sekali, yaitu:
(25) Semut, binatang yang tidak kuat, tetapi menyediakan makanannya pada musim panas.
(26) Pelanduk, binatang yang lemah, tetapi membuat rumahnya di bukit batu.
(27) Belalang, binatang yang tidak mempunyai raja, tetapi berbaris dengan teratur.
(28) Cicak, binatang yang dapat ditangkap dengan tangan, tetapi terdapat di istana raja.
(29) Ada empat hal yang mengesankan apabila diperhatikan caranya berjalan, yaitu:
(30) Singa, binatang terkuat di antara segala binatang dan tidak gentar terhadap apa saja;
(31) kambing jantan, ayam jantan yang berjalan tegak, dan raja di depan rakyatnya.
(32) Jika karena kebodohanmu engkau dengan angkuh merencanakan perkara-perkara jahat, awas!
(33) Sebab, kalau engkau mengocok susu, kau menghasilkan mentega. Kalau engkau memukul hidung orang, keluarlah darah. Kalau engkau menimbulkan kemarahan, kau terlibat dalam pertengkaran.

PERIBAHASA PART 29

(1) Siapa terus membangkang kalau dinasihati, suatu waktu akan hancur dan tak dapat diperbaiki lagi.
(2) Apabila orang adil memerintah, rakyat gembira. Tetapi apabila orang jahat berkuasa, rakyat menderita.
(3) Siapa suka kepada hikmat, menyenangkan hati ayahnya. Siapa bergaul dengan pelacur memboroskan uangnya.
(4) Jika penguasa memperhatikan keadilan, negerinya akan kukuh. Tetapi jika ia mementingkan uang, negerinya akan runtuh.
(5) Siapa menyanjung sesamanya, memasang jerat untuk dirinya.
(6) Orang jahat terjerat oleh dosanya, orang jujur merasa senang dan bahagia.
(7) Orang baik mengetahui hak orang lemah, tetapi orang jahat tidak memahaminya.
(8) Orang yang suka mencela dapat mengacaukan kota, tetapi orang bijaksana menentramkan suasana.
(9) Kalau orang bijaksana dan orang bodoh berperkara, orang bodoh itu hanya mengamuk dan tertawa sehingga menimbulkan keributan.
(10) Orang yang tulus hati dibenci oleh orang yang haus darah, tapi dilindungi oleh orang yang baik.
(11) Orang bodoh marah secara terang-terangan, tetapi orang bijaksana bersabar dan menahan kemarahan.
(12) Jika penguasa memperhatikan berita dusta, pegawainya akan menjadi jahat semua.
(13) Seorang miskin dan penindasnya mempunyai persamaan; kepada kedua-duanya TUHAN memberi mata untuk melihat cahaya kehidupan.
(14) Kalau raja membela hak orang lemah, bertahun-tahun ia akan memerintah.
(15) Didikan dan teguran menjadikan orang bijaksana. Anak yang selalu dituruti kemauannya akan memalukan ibunya.
(16) Bila orang jahat berkuasa, pelanggaran meningkat. Tetapi orang jujur akan sempat melihat kehancuran orang jahat.
(17) Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketentraman kepadamu, dan menjadi hiburan bagimu.
(18) Bangsa yang tidak mendapat bimbingan dari TUHAN menjadi bangsa yang penuh kekacauan. Berbahagialah orang yang taat kepada hukum TUHAN.
(19) Seorang hamba tidak dapat diajar hanya dengan kata-kata. Ia mengerti, tapi tidak akan memperhatikannya.
(20) Lebih banyak harapan bagi orang dungu, daripada bagi orang yang berbicara tanpa berpikir dahulu.
(21) Hamba yang dimanjakan sejak muda, akhirnya akan menjadi keras kepala.
(22) Orang yang cepat marah membuat banyak orang bertengkar dan berdosa.
(23) Orang angkuh akan direndahkan; orang yang rendah hati akan dipuji.
(24) Orang yang bekerja sama dengan pencuri, berarti membenci diri sendiri. Kalau ia berterus terang di pengadilan, ia akan dijatuhi hukuman. Tetapi jika ia diam saja, ia akan terkena kutukan Allah.
(25) Takut akan pendapat orang, mengakibatkan kesusahan. Percayalah kepada TUHAN, maka engkau akan aman.
(26) Banyak orang suka mencari muka pada penguasa, tetapi yang memberi keadilan, hanya TUHAN saja.
(27) Orang baik tidak senang dengan orang jahat; orang jahat membenci orang baik.

PERIBAHASA PART 28

(1) Orang jahat lari tanpa ada yang mengejarnya, tapi orang jujur, berani seperti singa.
(2) Kalau bangsa berdosa, penguasanya berganti-ganti; kalau pemimpin bijaksana, bangsa akan bertahan dan tetap jaya.
(3) Penguasa yang menindas orang miskin, seperti hujan lebat yang merusak panen.
(4) Siapa mengabaikan hukum, memihak orang jahat; siapa mentaati hukum menentang orang bejat.
(5) Keadilan tidak difahami orang durhaka, tetapi orang yang menyembah TUHAN, sungguh-sungguh memahaminya.
(6) Lebih baik orang miskin yang tulus hatinya daripada orang kaya yang curang.
(7) Pemuda yang mentaati hukum adalah orang bijaksana. Tetapi orang yang bergaul dengan orang pemboros memalukan ayahnya.
(8) Siapa menjadi kaya karena mengambil rente dan mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya, kekayaannya akan jatuh kepada orang yang berbelaskasihan terhadap orang miskin.
(9) Jika engkau tidak mentaati hukum Allah, Allah pun akan merasa muak terhadap doamu.
(10) Siapa membujuk orang jujur supaya berbuat jahat, ia sendiri jatuh ke dalam perangkap. Orang yang murni hatinya akan diberkati sehingga bahagia.
(11) Orang kaya selalu merasa dirinya bijaksana, tetapi orang miskin yang berbudi tahu siapa dia sebenarnya.
(12) Bila orang baik berkuasa, semua orang senang, kalau orang jahat memerintah, rakyat bersembunyi.
(13) Siapa menyembunyikan dosanya tidak akan beruntung. Siapa mengakui dan meninggalkannya, akan dikasihani TUHAN.
(14) Hormatilah TUHAN selalu, maka engkau akan bahagia. Jika engkau melawan Dia, engkau mendapat celaka.
(15) Orang jahat yang berkuasa atas orang yang berkekurangan, seperti singa yang mengaum atau beruang yang menyerang.
(16) Penguasa yang menindas orang lain, tidak mempunyai akal yang sehat; penguasa yang membenci kecurangan akan memerintah bertahun-tahun.
(17) Seorang pembunuh akan merasa dikejar terus sampai ajalnya; tak seorang pun dapat menahan dia.
(18) Orang yang hidup tanpa cela akan selamat. Orang yang berliku-liku hidupnya, akan jatuh.
(19) Petani yang bekerja keras akan cukup makanan; orang yang membuang-buang waktu akan berkekurangan.
(20) Orang jujur akan diberkati TUHAN, tetapi orang yang ingin cepat kaya, tak luput dari hukuman.
(21) Tidak baik membeda-bedakan orang; tetapi ada juga hakim yang mau berlaku curang hanya untuk mendapat sedikit uang.
(22) Orang yang loba ingin cepat kaya; ia tak sadar bahwa kemiskinan segera menimpa dirinya.
(23) Orang yang memberi teguran akhirnya lebih dihargai daripada orang yang memberi sanjungan.
(24) Siapa mencuri dari orang tuanya dan menyangka itu bukan dosa, sama dengan pencuri-pencuri lainnya.
(25) Mementingkan diri sendiri menimbulkan pertengkaran; engkau lebih beruntung apabila percaya kepada TUHAN.
(26) Siapa mengandalkan pendapatnya sendiri, tidak punya akal yang sehat. Siapa mengikuti ajaran orang bijaksana akan selamat.
(27) Siapa memberi kepada orang miskin tidak akan kekurangan. Siapa menutup mata terhadap kebutuhan orang miskin, akan kena kutukan.
(28) Kalau orang jahat berkuasa, rakyat bersembunyi; kalau orang jahat binasa, orang yang adil akan memimpin dengan leluasa.

PERIBAHASA PART 27

(1) Jangan membual tentang hari esok, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi nanti.
(2) Janganlah memuji dirimu sendiri; biarlah orang lain yang melakukan hal itu, bahkan orang yang tidak kaukenal.
(3) Batu dan pasir itu masih ringan, bila dibandingkan dengan sakit hati yang ditimbulkan oleh orang bodoh.
(4) Kemarahan itu kejam dan menghancurkan, tetapi menghadapi cemburu siapa tahan?
(5) Lebih baik teguran yang terang-terangan daripada kasih yang tidak diungkapkan.
(6) Kawan memukul dengan cinta, tetapi musuh merangkul dengan bisa.
(7) Kalau kenyang, madu pun ditolak; kalau lapar, yang pahit pun terasa enak.
(8) Orang yang meninggalkan rumahnya, seperti burung yang meninggalkan sarangnya.
(9) Sebagaimana minyak harum dan wangi-wangian menyenangkan hati, demikian juga kebaikan kawan menyegarkan jiwa.
(10) Jangan lupa kawanmu atau kawan ayahmu. Dalam kesukaran janganlah minta bantuan saudaramu; tetangga yang dekat lebih berguna daripada saudara yang jauh.
(11) Anakku, hendaklah engkau bijaksana, agar aku senang dan dapat menjawab bila dicela.
(12) Orang bijaksana menghindar apabila melihat bahaya; orang bodoh berjalan terus lalu tertimpa malapetaka.
(13) Siapa mau menanggung utang orang lain, layak diambil miliknya sebagai jaminan janjinya.
(14) Siapa pagi-pagi mengucapkan salam kepada kawannya dengan suara yang kuat, dianggap mengucapkan laknat.
(15) Istri yang suka pertengkaran seperti bunyi hujan yang turun seharian.
(16) Tak mungkin ia disuruh diam, seperti angin tak bisa ditahan dan minyak tak bisa digenggam.
(17) Sebagaimana baja mengasah baja, begitu pula manusia belajar dari sesamanya.
(18) Siapa memelihara pohon, akan makan buahnya. Pelayan akan dihargai bila memanjakan tuannya.
(19) Sebagaimana air memantulkan wajahmu, demikian juga hatimu menunjukkan dirimu.
(20) Di dunia orang mati, selalu ada tempat; begitu pula keinginan manusia tidak ada batasnya.
(21) Emas dan perak diuji dalam perapian; orang dikenal dari sikapnya terhadap pujian.
(22) Sekalipun orang bodoh dipukul sekeras-kerasnya, tak akan lenyap kebodohannya.
(23) Peliharalah ternakmu baik-baik,
(24) karena kekayaan tidak akan kekal, bahkan kuasa untuk memerintah pun tidak akan tetap selama-lamanya.
(25) Rumput di ladang dan di gunung dipotong dan dikumpulkan untuk ternakmu itu, tapi sementara itu tumbuhlah rumput yang baru.
(26) Dari bulu domba-dombamu engkau mendapat pakaian, dan dari uang penjualan sebagian kambing-kambingmu engkau dapat membeli tanah yang baru.
(27) Dari kambing-kambingmu yang lain engkau mendapat susu untuk dirimu dan keluargamu serta pelayan-pelayanmu.

PERIBAHASA PART 26

(1) Seperti hujan di musim kemarau, dan salju di musim panas, begitu juga pujian bagi orang bodoh tidak pantas.
(2) Seperti burung terbang dan melayang-layang di udara, begitu juga kutukan tak bisa kena pada orang yang tak bersalah.
(3) Keledai harus dikenakan kekang, kuda harus dicambuk, demikian juga orang bodoh harus dipukul.
(4) Orang yang menjawab pertanyaan orang dungu, sama bodohnya dengan orang itu.
(5) Pertanyaan yang bodoh harus dijawab dengan jawaban yang bodoh pula, supaya si penanya sadar bahwa ia tidak pandai seperti yang disangkanya.
(6) Mengutus seorang bodoh untuk mengirim berita, sama dengan mematahkan kaki sendiri dan mencari celaka.
(7) Seperti orang lumpuh menggunakan kakinya, begitulah orang bodoh yang mengucapkan petuah.
(8) Memuji orang yang tak berpengetahuan, seperti mengikat batu erat-erat pada jepretan.
(9) Seperti pemabuk mengeluarkan duri dari tangannya, begitulah orang bodoh yang mengucapkan petuah.
(10) Siapa mempekerjakan orang bodoh atau sembarang orang akan merugikan banyak orang.
(11) Seperti anjing kembali kepada muntahnya, begitulah orang bodoh yang mengulangi kebodohannya.
(12) Orang yang bodoh sekali masih lebih baik daripada orang yang menganggap dirinya pandai.
(13) Si pemalas suka tinggal di rumah; ia berkata "Ada singa di luar, aku bisa diterkam di tengah jalan."
(14) Seperti pintu berputar pada engselnya, begitulah si pemalas membalik-balikkan badannya di atas tempat tidurnya.
(15) Ada orang yang malas bukan kepalang; menyuap makanan ke mulutnya pun ia enggan.
(16) Si pemalas menganggap dirinya lebih berhikmat daripada tujuh orang yang memberi jawaban yang tepat.
(17) Orang yang ikut campur dalam pertengkaran yang bukan urusannya sama seperti orang yang menangkap anjing liar pada telinganya.
(18) Orang yang menipu, lalu berkata, "Aku hanya bergurau saja," sama dengan orang gila yang bermain dengan senjata berbahaya.
(19) -26:18:00
(20) Jika kayu telah habis, padamlah api; jika si bocor mulut sudah tiada, pertengkaran pun berhenti.
(21) Seperti arang dan kayu membuat api tetap menyala; begitulah orang yang suka bertengkar membakar suasana.
(22) Fitnah itu enak rasanya; orang suka menelannya.
(23) Bagaikan periuk tanah disepuh perak, begitulah orang yang manis di mulut, tapi berhati jahat.
(24) Si pembenci manis kata-katanya tapi hatinya penuh tipu daya.
(25) Meskipun ia ramah, janganlah percaya; karena kebencian menguasai hatinya.
(26) Sekalipun ia menyembunyikan kebenciannya, semua orang akan melihat kejahatannya.
(27) Siapa menggali lobang untuk orang lain, akan terperosok ke dalamnya. Siapa menggelindingkan batu supaya menimpa orang lain, akan tertimpa sendiri oleh batu itu.
(28) Mendustai orang sama saja dengan membencinya. Mulut manis mendatangkan celaka.

PERIBAHASA PART 25

(1) Berikut ini ada beberapa petuah lain dari Salomo yang disalin oleh pegawai-pegawai di istana Hizkia, raja Yehuda.
(2) Allah diagungkan karena apa yang dirahasiakan-Nya; raja dihormati karena apa yang dapat diterangkannya.
(3) Seperti samudra yang dalam dan langit yang tinggi, demikianlah pikiran raja tak dapat diselami.
(4) Bersihkanlah dahulu perak dari sanganya, barulah yang indah dapat dibentuk oleh tangan seniman.
(5) Singkirkanlah penasihat-penasihat jahat dari istana, barulah pemerintahan kukuh oleh keadilan.
(6) Bila menghadap raja hendaklah rendah hati, jangan berlagak orang yang berkedudukan tinggi.
(7) Lebih baik dipersilakan naik ke tempat yang lebih terhormat daripada disuruh memberi tempatmu kepada orang yang lebih berpangkat.
(8) Janganlah terburu-buru membawa perkara ke pengadilan; sebab, kalau kemudian engkau terbukti salah apa lagi yang dapat kaulakukan?
(9) Salah faham dengan kawanmu, selesaikanlah hanya dengan dia, tetapi rahasia orang lain janganlah kaubuka.
(10) Sebab, nanti engkau dicap sebagai orang yang bocor mulut dan namamu cemar seumur hidup.
(11) Pendapat yang diutarakan dengan tepat pada waktunya seperti buah emas di dalam pinggan perak.
(12) Teguran orang arif kepada orang yang mau mendengarnya, seperti cincin emas atau perhiasan kencana.
(13) Utusan yang setia, membuat pengutusnya senang, seperti air sejuk bagi penuai di ladang.
(14) Janji-janji yang tidak diwujudkan, bagaikan awan dan angin yang tidak menurunkan hujan.
(15) Kesabaran disertai kata-kata yang ramah dapat meyakinkan orang yang berkuasa, dan menghancurkan semua perlawanan.
(16) Jangan makan madu banyak-banyak; nanti engkau menjadi muak.
(17) Janganlah terlalu sering datang ke rumah tetanggamu, nanti ia bosan lalu membencimu.
(18) Tuduhan palsu dapat mematikan, seperti pedang, palu atau panah yang tajam.
(19) Mempercayai pengkhianat pada masa kesusahan adalah seperti mengunyah dengan gigi yang goyang atau berjalan dengan kaki yang timpang.
(20) Bernyanyi untuk orang yang berduka seperti menelanjanginya dalam kedinginan cuaca seperti menuang cuka pada lukanya.
(21) Kalau musuhmu lapar, berilah ia makan; dan kalau ia haus, berilah ia minum.
(22) Dengan demikian engkau membuat dia menjadi malu dan TUHAN akan memberkatimu.
(23) Angin utara pasti mendatangkan hujan; begitu pula pergunjingan pasti menimbulkan kemarahan.
(24) Tinggal di sudut loteng lebih menyenangkan daripada tinggal serumah dengan istri yang suka pertengkaran.
(25) Menerima berita yang baik dari negeri jauh seperti minum air sejuk ketika haus.
(26) Orang baik yang mengalah kepada orang durhaka seperti mata air yang keruh atau sumur yang kotor.
(27) Tidak baik makan madu berlebihan, begitu juga tak baik mengucapkan banyak pujian.
(28) Orang yang tidak dapat menguasai dirinya seperti kota yang telah runtuh pertahanannya.
  • Blogroll

  • About

    Share on :